Let it Go

1 Oktober 2016, Sabtu.

Let It Go.

Ini bukan tentang membuat boneka salju. Sama sekali bukan, hehe.
selamat pagi! Ohayou gozaimasu ^_^
dan er…..lama tak jumpa *tutup muka* *dibuka* “ciluk baaa” *eh.
apa kabar? Langsung aja ya, mesti intro.ku kesuwen soale xD
pagi ini terngiang di kepala lagu Let It Go-nya sam Maher Zain. Sudah dengar? Ini lagu rekomendasi dari zu, barangkali kalian sedang butuh motivasi, misalnya terlalu khawatir untuk bertindak atau melakukan sesuatu yg sebenarnya baik. Opo? Misale takut salah pas mau ngerjakan soal, atau ujian? Iki konteks pelajar dan mahasiswa. Atau misale takut memutuskan sesuatu, apakah harus tetap di pekerjaan x atau sebaiknya pindah? Mengalami KESULITAN apapun, sulit, hah, bikin sumpek, pengen nyerah, gatau harus gimana, bingung, kalut….Atau ada masalah opo….sembarang. masalah…  dia memang begitu, si masalah itu sudah sewajarnya ada dalam hidup, sebab nggak semua hal itu sesuai dengan harapan kan? Itulah kenyataan, tugas kita sebagai manusia untuk mampu beradaptasi dengan masalah, terbiasa untuk memecahkannya, bukan lari… bukan kabur, disaat seperti ini jangan jadi runner, bro. Ini zu terjemahkan sebisaku, hehe, sudah cukup merepresentasikan maknanya, menurutku.

 

Life can be so hard sometimes, break you up inside.
(kadang hidup itu sulit, menghancurkanmu dari dalam)
All you want to do is cry, shut the door and hide.
(yang ingin kau lakukan hanya menangis, menutup pintu dan bersembunyi)

Baca lebih lanjut

festival pangan nusantara

Festival Pangan Nusantara, 15-19 Januari 2014 di lapangan rampal.
mendengar kata pangan, zu langsung membayangkan wisata kuliner, hmm sedap.

tapi kenyataan berbicara lain, mulai dari foto walikota batu dengan slogan organik yes, zu mengerutkan alis, ini kok di sini? kok ngga ada foto masakan?
lah dalah, rupanya memang benar-benar festival pangan, nak, bukan wisata kuliner, hehe.. zu suguhi foto-fotonya saja ya.

pia raksasa

pia raksasa

1. pia raksasa
Ini di stan kota malang. Seperti yang bisa dilihat, pia-nya tidak boleh dipegang…apalagi dimakan :’) lalu untuk apa? mungkin untuk dimakan setelah selesai acara. Pia ini sepertinya sudah dingin, eman eman.

AU

seragam AU

3_hitam4_krem

2. seragam tentara
keren, seperti di game atau film-film. Paling kiri (oranye) dijepret di stan angkatan udara, yang tengah….hmm mungkin angkatan laut (maaf kalau ternyata bukan, zu tak sempat tanya-tanya ke stan), yang paling kanan darat, mungkin. Zu jadi ingat slogannya “TNI kuat bersama rakyat” yang tertulis di spanduk acara ini…ada yang jual kelengkapan tentara juga, ada miniatur pesawat juga, gantungan kunci, tas, jaket, dll.

Baca lebih lanjut

I’m going back to the start

sejak kapan? sejak kapan kita mencari diri sendiri?

padahal sejak dulu, dulu sekali, kita selalu ingin cepat-cepat jadi besar, cepat-cepat selesai TK, SD, SMP, SMA, penasaran dengan setiap jenjang pendidikan, penasaran dengan apa saja yang dipelajari di sana, penasaran dengan masa depan….kelak saya jadi apa ya?

dan sampai saatnya jendela dibuka sangat lebar dan kita mulai bisa melihat luka-luka dunia.
dan sampai pada suatu ketika kita masuk semakin dalam ke tengah hutan, tak lagi berupa bunga-bunga indah beragam yang bermekaran, tapi jauuh di dalam hutan, sebelum ke bagian organ utama, kau lihat betapa mencekam dan gelapnya di sana.
dan bukan salahmu, ingin tahu.
berbekal sebilah pisau genggam yang makin tajam, menyibak dan membuka jalanan baru.
kaulah pioneer cabang-cabang perjalananmu sendiri.
di tanganmu kau pilih menguak tabir mana,
di kakimu kau pilih persimpangan yang mana
sementara pikiranmu selalu berkutat satu sama lain, menerka-nerka
mana pintu yang seharusnya?

sampai pada kelegaan setelah mengetahui bahwa dunia dari luar begitu indahnya, ternyata ada cacatnya.
sungguh kelegaan yang tak terkira!
karena sejak awal kau merasa “apakah aku akan terus sebahagia ini? ada yang tak seimbang! terlalu indah!”

tapi juga kita ditimpakan pada : kau sudah terlanjur melihat luka-luka menganga, akankah kau membiarkannya?
dilema.
apa kita begitu buta, apa kita sebegitu bedebahnya sebagai manusia?
pura-pura nggak lihat?
sulit meninggalkan jejak masa lalu?
sulit menanggalkan rencana-rencana masa depan yang kau rancang dulu?

yang seakan akan sangat bahagia pada akhirnya?

Baca lebih lanjut

Mandela

poetreecreations.wordpress.com

nelson-mandela-death

Honor This Day
Dedicated to the life of Nelson Mandela (1918 – 2013)

When I was a child
I once heard a word
I wondered aloud
For it seemed quite weird
~
A news report suggested
A man had been arrested
~
Far too young to know
My life spent running in the fields
Playing baseball, freely walking
Along open avenues
Without fear
A simple reality
That contained
Certain love
Quiet guidance
Granted peace
~
Far away in a distant world
Untouched by my eyes
My age of living souls
Were being gunned down
Randomly with purpose
A driving brutality
Seemed normal …
To live freely
Without bullets or maim
That’s when I read a magazine
~
Newsweek recognizes
Ten years later
The Sharpeville massacre
Later that year Kent State
A couple of years earlier
A dream shatters … MLK Jr
And then the story about
Emmett Till I discovered

Lihat pos aslinya 143 kata lagi

selingan

cobalah, mendengarkan lagu, tapi maknai sesuai kehendakmu, suasana hatimu 🙂

these days playlist:

Maher Zain- Ramadan
Maher Zain- Love Will Prevail
Irfan Makki feat Maher Zain- I Believe
Owl City- Here’s Hope
Owl City- Embers
Owl City- This Is The Future
Naoki Sato- Code Blue
Suraj Jagan & Sharman Joshi- Give Me Some Sunshine

Nah, coba…misalnya keadaan kita sekarang adalah : sedang dalam masa sulit, resah, risau, blah blah. Setidaknya…sedang dalam keadaan berjuang dalam hidup dan butuh penyemangat sejenak, bolehlah lagu-lagu di atas jadi reverensi ^_^

it’s been awhile :)

it’s been awhile, ohisashiburi!

Gambar

^pict source: nekoyanagi.org

yeah, mungkin membosankan membaca blog macam ini, yang jarang update, dan…ah, maafkan saya. *lalu memejamkan mata, menunduk, dengan jari telunjuk di dahi, dan siku di meja* (lalu menghela napas berat)
tapi sungguh, waktu membuat orang-orang menjadi bijak memanfaatkan waktu dengan baik.
tak ada lagi : membunuh waktu, membuang waktu…mengulur waktu.
sebab, seiring perkembangannya, seseorang mulai memahami ini : kita semua, dikejar waktu.

seperti permainan sepak bola. Sebuah status fb milik kakak pembina pramuka saya semasa SMP, di Lanegsatu membuat saya tertegun dan manggut2 lama. 

Pemain bola itu semuanya bermain serius, all out, sadar akan keterbatasan waktu. Begitulah mestinya menjalani hidup..

heeh, antara saya mau terkekeh dan…mencelos.

coba, hitung baik-baik, di antara semua yang pernah kita lakukan, ada yang sia-sia nggak? ah, banyak ya 😥
nggak fokus, alamak…berapa ratus juta detik yang sudah kita habiskan? kalau zu, mungkin sekitar 567 juta detik…lebih. -___-

it’s been awhile

pernah merasa bersalah? pada suatu ketika, saat kita melakukan satu dosa, misalnya… bohong, rasanya gimana? mencelos kan? nggak enak kan?
nah lho, hati kecil kita saja masih sedemikian lugu dan peka, bukankah “perasaan nggak enak” itu juga masuk kualifikasi “pertanda”? 
pertanda bahwa, asal mula kita ini suci, fitri. tapi nyatanya ketika kita mulai bertumbuh kembang, kita nodai sendiri hati ini.

*liat jam dinding*

it’s been awhile.
sudah berapa kali kita tengok diri di depan cermin? sudah berapa banyak perubahan yang terjadi pada kita? banyaaak sekali.
satu hal, jangan pernah menyalahkan orang-orang yang berubah. demi pertahanan hidup, harusnya memang dilakukan penyesuaian, adaptasi, dan itu semua dilakukan setelah ia menerima saaangat banyak pengaruh dari diri maupun luar. perubahan-perubahan itu terjadi, karena memang hidup ini dinamis, nggak statis!
dan ketika perubahan itu bukanlah perubahan yang baik…maka kita,, sebagai teman, ada kewajiban mengingatkan. tapi hei, jangan jadi hakim dadakan, pelajari si teman lebih lanjut, dengarkan cerita-ceritanya, sehingga ada penyesuaian nasihat kita nantinya untuk dia (agar tepat sasaran dan nggak salah paham).
meluncurlah, selami dunianya sejenak, temukan mutiara hitam, lalu keluarlah dari perairan.

it’s been awhile.

bahkan ketika, dalam hidupmu kau rasakan lelah, jangan mudah berpuas diri.
memangnya…apa yang suah kita lakukan ini…ada gunanya? aargh ><
maksudku…sudah benarkah niat kita?
sudah lillahi ta’ala?
pikirkan, renungkan ini.
karena sebenarnya, kegiatan duniawi kita bisa selalu dihubungkan dengan tabungan akhirat kelak, selama kegiatan itu positif…kalau masih ingin surga. semua bisa seimbang.
seperti: kita makan… agar? dapat energi, sehingga sehat wal afiat, lalu bisa istiqomah di jalan Allah, beribadah setiap waktu, belajar banyak hal dari Al-Qur’an, belajar pengalaman hidup dari orang2…  belajar, lalu kita memahami hakikat hidup ini, sehingga tiap perbuatan kita niatkan untuk-Nya jua.
cobalah, semua akan terhubung.

it’s been awhile..

maaf, atas semua salah kata yang pernah zu tulis di sini ^^’v

it’s been awhile..

apa kabar? 🙂
ah, semoga teman-teman pembaca senantiasa memiliki semangat hidup yang kuat, ya ^_^

..wallahua’lam.