(tulisan ini dibuat pada : 13 Februari 2011 8:48 PM)
TAKKAN BERHENTI MENULIS, eh?
Hari ini aku dibuat terkejut saat membaca file2 tulisan-tulisanku sediri. Benar-benar hidup! Penuh emosi, dan mengembalikan memori. Aku paling suka menulis saat sedang menahan amarah, benar-benar penuh ekspresi, dan melegakan. Hanya dengan menuliskannya dan dibaca sendiri suatu hari, benar-benar melepaskan bebean besar, Alhamdulillah =)
Kini zu berjuang untuk tidak terlalu memikirkan masalah cinta lagi, hihi. Biarlah semuanya! Alhamdulillah, setelah selama ini zu menganggap seseorang itu blahblahblah, begitu suatu kali bikin sakit hati, zu ngerasa tolol sekali. Dan dengan sangat cepat perasaan ini berubah dari yang tadinya merah muda jadi netral, subhanallah. Tau nggak? Damai rasanya!
Fokus.
Belajar untuk konsentrasi penuh pada kehidupan selanjutnya. Belajar untuk tidak lari dan berpaling dari kenyataan. Sadarlah! Dunia ini fana, FANA, sementara. Apa yang sebenarnya alian cari? Pernahkah berfikir hal-ha seperti itu? Jika kalian sudah SMP lebih, zu kira pasti pernah (sungguk tak berperasaan yg ga pernah mikir gitu). Segala sesuatu lebih membekas saat engkau merasakannya penuh-penuh. Saat kau jatuh, merasa sendiri, tak punya teman, sekali saja tengoklah ada siapa yang mendukungmu selama ini. Sebentar kau menangis, lalu tertawa, sebentar kau ada uang, lalu habis tak tersisa, sebanyak, melimpah-ruahnya perasaanmu pada seseorang, dengan sekejap akan hilang, sedetik saja! Jadi?
=)
Wahai saudaraku,
Aku tau, jauuh di lubuk hatimu selama ini, ada sosok hati kecil yang bicara. Ya kan?
Ia akan sangat kuat jika alam bawah sadarmu terbiasa dikuasai ha-hal yang baik.
Dan akan sangat lemah saat engkau tak mengindahkannya sama sekali.
Sejahat apapun seseorang, saya rasa, ada setitik kebaikan dihatinya.
Saat engkau marah, pernahkah ada yang bergumam “kenapa marah?”
Zu pernah, sring sekali, sehingga di saat-saat seperti itu, zu memejamkan mata dan membuang napas.
Lalu tersenyum lega saat amarah mereda.
Sebentar saja bukan?
Pernah mengamati diri sendiri di depan cermin? Saat seperti itu, seorang ibu biasanya akan menceritakan betapa cepatnya waktu, dahulu kita masih kecil, sangat manja, dan lucu. Lalu membandingkannya dengan sekarang, seakan ingin kita kembali seperti dulu, meski masa kecil sangat merepotkan bagi orangtua, mereka merindukannya. Dan terkadang zu sendiri ngerasa tersentil dengan kata-kata begitu, apa aku yang sekarang tidak diharapkan?. Haaha, sering tiba-tiba muncul perasaan seperti sudah di-despicable-kan.
Masalah teman? Jadilah sosok yang NETRAL. Tak memihak pada pihak manapun, meski mungkin tak lebih pandai dari mereka, lalu kenapa? Pasti ada yang lebih dari kita, ya kan?. Jika mereka marah, biasanya zu akan diam atau menanyakan jika sangat terpaksa, dan melakukan sesuatu yang baik dan melegakan hatinya. Jika zu yang marah, maka sebelum benar-benar muncul ‘marah’ zu memejamkan mata sejenak atau pilih diam. Dan kentara sekali, mana-mana teman yang benar2 ‘teman’ dan yang berpura-pura jadi ‘teman’. Lalu, definsi apa yang tepat untuk ‘teman’?
Menurut zu, teman bukanlah mereka yang harus selalu ada disampingmu, semua bersama, belum tentu. Justru mereka yang akrab, yang ada saat paling dibutuhkan, dan tidak melupakan, atau jika ia sudah lama tak hubungi kita, saat kita hubungi, mereka akan tetap sperti dulu, bersahabat, tidak berpura-pura. Menyakiti? Mungkin, tapi demi kebaikan. Mengingatkan saat salah, dan tidak terlalu lama manjauhinya. Manjauhi seorang teman itu terkadang perlu, untuk memberinya waktu introspeksi dan perbaikan diri, tapi jangan lama-lama, sebab berakibat permusuhan. Keegoisan biasanya jadi faktor utama, dan satu-satunya solusi adalah saling menahan diri, tetapi tetap beraspirasi saat diskusi. Teman itu sulit dicari, dan pada akhirnya, satu-satunya teman yang kita miliki hanya satu: AMAL kita sendiri selama di dunia.
Nah, kita hidup sedang dalam proses membuat ‘teman’ seperti apa yang kelak akan menemani kita, dan mengantarkan ke SURGA. ^l^
Semangat ya, teman-teman, “ingat akhirat, jangan lupakan dunia”.

amin moga dengan tulisan ini banyak orang yang sadar,,, ingat akhirat jangan lupa dunia,,..hhehe
Amin..
terimakasih kunjungannya kaak! ^^
Whoaaa…sep chy..!
Aku ikuti jejakmu.. ^,^)/
seperti kata bapakku
:: “Fokus, Konsentrasi dan Tanggung Jawab”
>> We.. are being Netralizer………….~
(*bener tak bahasa English ku?
———————————————————–
Thanks..
Your Article = my Inspiration
oK juga nich